Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : V (Lima) / Fase C
Semester / Tahun Ajaran : Ganjil / 2026/2027
Materi / Topik : Memahami dan Menyusun Puisi Akrostik Berdasarkan Huruf Awal Nama
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (2 Pertemuan @ 3 JP)
Target Peserta Didik : Peserta Didik Reguler (30 Peserta Didik)
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Berdasarkan hasil pemetaan awal, peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Gaya Belajar Dominan: Mayoritas peserta didik aktif secara visual dan menyukai pembelajaran berbasis gambar, warna, serta tayangan media interaktif.
  2. Pemampuan Kognitif Awal: Sebagian kecil peserta didik (sekitar 35%) sudah memahami konsep dasar puisi akrostik dan mampu menemukan kata sifat positif secara mandiri. Sebagian besar peserta didik (sekitar 65%) baru memahami struktur puisi secara umum namun masih kesulitan menghubungkan huruf awal nama menjadi susunan kata sifat yang bermakna dan koheren.
  3. Karakteristik Sosial-Budaya: Peserta didik terbiasa dengan norma kesantunan lokal dan memiliki keberagaman nama khas Indonesia yang kaya akan makna.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi. Peserta didik mampu menyusun puisi akrostik yang memuat sifat dan ciri positif diri sendiri atau teman dengan memperhatikan keterikatan antarhuruf awal nama, pilihan kata (diksi) yang tepat, serta nilai-nilai karakter positif.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif pada Smart TV, peserta didik mampu mengidentifikasi struktur dan ciri-ciri puisi akrostik dengan akurat.
  2. Melalui kegiatan eksplorasi kearifan lokal penamaan khas Indonesia, peserta didik mampu merancang daftar kata sifat positif yang sesuai dengan huruf penyusun nama diri sendiri atau teman secara kritis dan kreatif.
  3. Melalui sintaks Project Based Learning, peserta didik mampu menyusun satu karya puisi akrostik berhias bertema sifat positif diri/teman secara tertulis dengan rapi dan sistematis.
  4. Melalui kegiatan pameran karya (Gallery Walk), peserta didik mampu mempresentasikan dan memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya puisi akrostik dengan percaya diri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Nama yang diberikan oleh orang tua mengandung doa dan identitas unik. Melalui puisi akrostik, peserta didik menyadari bahwa setiap huruf dalam nama dapat dirangkai menjadi pernyataan tentang sifat positif dan kebaikan diri. Hal ini menguatkan rasa percaya diri, rasa menghargai teman, dan keterampilan berbahasa yang indah serta santun.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memperhatikan huruf-huruf yang menyusun nama kalian sendiri?
  2. Bagaimana jika setiap huruf awal dari nama kalian diubah menjadi kata-kata terpuji yang menggambarkan kebaikan diri kalian?
  3. Mengapa mengungkapkan kebaikan teman melalui karya puisi terasa lebih berkesan dibandingkan ucapan biasa?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menghargai keunikan diri dan teman sebagai ciptaan Tuhan melalui kata-kata yang santun.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis dan memilih diksi kata sifat positif yang tepat sesuai huruf awal yang ditentukan.
  3. Kreatif: Merancang dan menghias puisi akrostik dalam bentuk produk visual menarik.
  4. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok saat memberikan masukan konstruktif pada tahap pembuatan proyek.
  5. Mandiri: Mengembangkan gagasan secara bertanggung jawab dari awal hingga penyelesaian produk akhir.

MATERI PEMBELAJARAN

  1. Konsep Dasar Puisi Akrostik:

Puisi akrostik adalah bentuk puisi yang huruf-huruf awal setiap barisnya membentuk sebuah kata atau nama jika dibaca secara vertikal dari atas ke bawah.

  1. Ciri-Ciri Puisi Akrostik:
  • Huruf pertama pada setiap baris ditata membentuk kata kunci (nama orang/benda).
  • Setiap baris menjelaskan atau menggambarkan kata kunci tersebut.
  • Tidak terikat oleh jumlah suku kata atau rima akhir yang ketat, namun harus memiliki makna yang padu.
  1. Penjenisan Kata Sifat Positif (Diksi):

Penggunaan kata sifat khas Indonesia untuk menggambarkan karakter terpuji, seperti: Agung, Bijak, Cerdas, Dermawan, Empati, Gigih, Humoris, Inovatif, Jujur, Kreatif, Lembut, Mandiri, Netral, Optimis, Penolong, Ramah, Santun, Tekun, Ulet, Visioner.

  1. Teknik Penyusunan Puisi Akrostik Berbasis Kearifan Lokal Nama:
  • Menentukan nama target (Nama Diri/Teman).
  • Menyusun huruf nama secara vertikal.
  • Menentukan kata sifat atau frasa deskriptif positif untuk setiap huruf.
  • Menghias lembar karya puisi akrostik secara estetis.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
  • Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar
  • Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek
  • Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan
  • Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
  • Sintaks 5: Menguji Hasil
  • Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar
  1. Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning
  • Mindful Learning: Peserta didik sadar penuh akan makna nama dan potensi positif dalam dirinya.
  • Meaningful Learning: Pembelajaran menghubungkan konsep puisi dengan pengenalan identitas sosial dan kearifan nama lokal Indonesia.
  • Joyful Learning: Pembelajaran dikemas secara interaktif dengan media Smart TV, eksplorasi warna visual, dan pameran karya yang menyenangkan.

ASESMEN

  1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran):
  • Awal Kognitif: Kuis singkat menyebutkan kata sifat berdasarkan huruf awal.
  • Non-Kognitif: Angket kesiapan belajar dan minat gaya belajar visual.
  1. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran):
  • Observasi keaktifan dan kerja sama saat diskusi.
  • Penilaian proses penyusunan draf puisi akrostik pada LKPD.
  1. Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran):
  • Penilaian Produk: Karya Puisi Akrostik Berhias.
  • Penilaian Unjuk Kerja: Presentasi karya pada pameran Gallery Walk.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk (Puisi Akrostik Visual)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kesesuaian Struktur AkrostikSeluruh huruf awal nama tersusun vertikal dengan tepat dan membentuk puisi yang utuh.Sebagian besar huruf awal nama tersusun vertikal dengan tepat.Ada beberapa kesalahan penyusunan huruf awal nama secara vertikal.Huruf awal nama tidak tersusun secara vertikal sesuai aturan akrostik.
Pemilihan Diksi (Kata Sifat Positif)Seluruh diksi berupa kata sifat positif yang sangat tepat, bervariasi, dan bermakna mendalam.Sebagian besar diksi berupa kata sifat positif yang tepat dan bermakna.Diksi positif masih terbatas dan terdapat pengulangan kata yang tidak perlu.Pemilihan kata belum menunjukkan kata sifat positif yang relevan.
Keterpaduan MaknaSetiap baris kalimat memiliki keterpaduan makna yang harmonis antarbaris.Sebagian besar baris kalimat memiliki keterpaduan makna yang cukup baik.Keterpaduan makna antarbaris masih terlihat acak atau kurang koheren.Kalimat antarbaris berdiri sendiri tanpa keterpaduan makna.
Estetika dan Kreativitas VisualTampilan karya sangat rapi, bersih, hiasan visual sangat kreatif dan menarik.Tampilan karya rapi, bersih, dan dilengkapi hiasan visual yang baik.Tampilan karya cukup rapi namun hiasan visual masih sangat minim.Tampilan karya kurang rapi, kotor, atau tidak selesai dihias.

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Presentasi / Gallery Walk)

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kejelasan Suara dan ArtikulasiPenyampaian sangat jelas, vokal nyaring, artikulasi kata sangat tepat.Penyampaian jelas, vokal cukup nyaring, artikulasi dapat dipahami.Penyampaian kurang jelas, volume suara pelan di beberapa bagian.Penyampaian sangat pelan, tidak jelas, dan sukar dipahami.
Sikap dan Percaya DiriBerdiri tegak, kontak mata baik ke audiens, menunjukkan rasa percaya diri tinggi.Berdiri cukup tegak, ada kontak mata, tampak percaya diri.Memerlukan sedikit dorongan untuk berbicara, kontak mata minim.Tidak percaya diri, malu, atau menolak berbicara di depan publik.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (3 x 35 menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas, dan mengjak peserta didik berdoa bersama.
  2. Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan peserta didik.
  3. Guru melakukan apersepsi melalui Smart TV dengan menayangkan visual visualisasi nama-nama unik tokoh Indonesia beserta karakter positifnya.
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan Project Based Learning, serta bentuk asesmen yang akan dilakukan.
  5. Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangun Mindful Learning.

Kegiatan Inti (80 menit)

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (Mindful & Meaningful Learning)

  1. Guru menayangkan contoh Puisi Akrostik interaktif di Smart TV yang menguraikan nama "BUDI" dan "SITI".
  2. Peserta didik mengamati bagaimana huruf B-U-D-I diubah menjadi larik-larik kata sifat positif.
  3. Peserta didik berdiskusi interaktif menanggapi tayangan Smart TV: "Mengapa kata 'Baik' dipilih untuk huruf B?" dan "Sifat positif apa yang terbayang dari nama kalian?".

Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Joyful & Meaningful Learning)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok) dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman awal.
  2. Guru menjelaskan tugas proyek: Setiap peserta didik akan merancang karya "Puisi Akrostik Namaku/Namamu" yang ditulis indah pada kertas karton bergambar dan dihias secara kreatif.
  3. Peserta didik menyepakati aturan main, pembagian alat (spidol warna, kertas gambar, alat tulis), serta pembagian peran dalam kelompok.

Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (Mindful Learning)

  1. Guru dan peserta didik menyepakati linimasa penyelesaian proyek:
  • Pertemuan 1: Pencarian diksi kata sifat, penyusunan draf awal pada LKPD, dan penelaahan sejawat.
  • Pertemuan 2: Finalisasi penulisan pada media karton, pewarnaan visual, serta Pameran Gallery Walk.
  1. Peserta didik mencatat tenggat waktu pelaksanaan pada LKPD masing-masing.

Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (Tahap Draf)

  1. Peserta didik mulai mendaftar huruf-huruf pada namanya secara vertikal di LKPD 1.
  2. Peserta didik mengeksplorasi daftar kata sifat positif khas Indonesia yang disediakan guru di Smart TV atau papan tulis.
  3. Guru berkeliling memberikan bimbingan individual (scaffolding) bagi peserta didik yang masih kesulitan menemukan diksi yang sesuai dengan huruf awalnya.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  1. Guru bersama peserta didik merangkum kegiatan yang telah dilakukan.
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang progres draf puisi yang telah dibuat.
  3. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras peserta didik dan menyampaikan instruksi persiapan alat hias untuk Pertemuan 2.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Pertemuan 2 (3 x 35 menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan memimpin doa.
  2. Guru memeriksa kesiapan peserta didik serta alat dan bahan hias proyek yang dibawa.
  3. Guru memutar video motivasi singkat di Smart TV tentang keindahan mengapresiasi kebaikan orang lain.
  4. Guru mengulas kembali pencapaian draf puisi dari Pertemuan 1 dan menyampaikan agenda utama Pertemuan 2 (Penyelesaian proyek dan pameran).

Kegiatan Inti (80 menit)

Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (Tahap Produk Visual)

  1. Peserta didik memindahkan draf puisi akrostik yang telah disetujui guru ke lembar media akhir (kertas karton/gambar yang telah disiapkan).
  2. Peserta didik menghias lembar karya menggunakan spidol, krayon, atau Ornamen visual sesuai tingkat kreativitas masing-masing (Diferensiasi Produk).
  3. Guru mendampingi, memantau kerapian, serta memastikan keterbacaan teks puisi tetap utama di samping unsur hiasan.

Sintaks 5: Menguji Hasil (Gallery Walk & Joyful Learning)

  1. Peserta didik menempelkan hasil karya puisi akrostik yang telah selesai di dinding atau meja pameran kelompok yang telah disediakan.
  2. Dilaksanakan kegiatan Gallery Walk: Peserta didik berkeliling mengamati karya teman-temannya.
  3. Setiap peserta didik dibekali lembar memo tempel (sticky notes) untuk memberikan apresiasi atau komentar positif terhadap karya teman.
  4. Perwakilan peserta didik membacakan puisi akrostiknya di depan kelas dengan artikulasi yang jelas.

Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (Mindful & Meaningful Learning)

  1. Guru memfasilitasi diskusi evaluasi: Peserta didik mengungkapkan perasaan mereka saat membuat karya dan saat membaca pujian dari teman.
  2. Guru memberikan umpan balik secara menyeluruh terhadap hasil karya dan penampilan presentasi peserta didik.
  3. Guru memberikan penghargaan kepada karya yang menunjukkan kreativitas dan kesesuaian diksi terbaik.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  1. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai puisi akrostik dan pentingnya kata-kata sifat positif.
  2. Peserta didik mengisi lembar refleksi peserta didik.
  3. Guru memberikan penugasan pengayaan bagi siswa yang berminat dan menyampaikan topik pembelajaran untuk pekan depan.
  4. Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam pembuka istirahat/pulang.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk melakukan perenungan mendalam tentang karakter dan sifat baik apa yang melekat pada nama mereka. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness) dan rasa bangga atas identitas diri.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan huruf-huruf nama yang mereka pakai sehari-hari dengan ragam kosakata bahasa Indonesia. Pembelajaran menjadi bermakna karena teks yang disusun bersifat personal dan relevan dengan kehidupan nyata mereka.
  3. Joyful Learning: Suasana belajar dibangun penuh kegembiraan melalui desain visual berwarna-warik, tayangan Smart TV yang interaktif, serta interaksi sosial yang menyenangkan pada saat Pameran Gallery Walk.

STRATEGI DIFERENSIASI

  1. Diferensiasi Proses:
  • Bagi peserta didik yang belum memahami konsep diksi (perlu bimbingan): Guru memberikan kartu bantuan kosakata (Word Wall Card) berisi kata sifat positif yang dikelompokkan berdasarkan huruf A hingga Z.
  • Bagi peserta didik yang sudah mahir: Guru menantang peserta didik menyusun puisi akrostik dengan kalimat yang membentuk cerita pendek atau memiliki rima teratur.
  1. Diferensiasi Produk:
  • Peserta didik dibebaskan memilih bentuk akhir sajian karya puisi akrostik: berupa poster gambar tangan, kartu nama akrostik berbentuk lipat, atau pembatas buku kreatif bertema akrostik, sesuai keahlian visual mereka.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan presentasi slide Canva interaktif, tayangan video puisi akrostik, dan memvisualisasikan papan kata sifat (Digital Word Wall).
  2. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengelola media pembelajaran, memutar konten audiovisual, dan memasukkan data asesmen pembelajaran secara langsung.
  3. Internet: Digunakan guru untuk mengakses sumber pustaka kata sifat positif KBBI daring dan inspirasi tata letak desain visual puisi akrostik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
  • Smart TV dan Laptop.
  • Slide Presentasi Interaktif (Canva Educational).
  • Kartu Kata Sifat (Word Wall Card).
  • Kertas Karton A4, Spidol Warna, Krayon, Pensil Warna, Sticky Notes.
  1. Sumber Belajar:
  • Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.
  • Lingkungan sosial dan nama-nama peserta didik di kelas.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / No. Absen
Tanggal

Judul Proyek: "Puisi Akrostik Indah Namaku"

Tujuan Kegiatan:

Menyusun puisi akrostik yang memuat kata sifat positif berdasarkan huruf penyusun nama diri sendiri atau nama teman.

Alat dan Bahan:

Pensil, penghapus, spidol warna, kertas gambar/karton A4, penggaris.

Petunjuk Kerja:

  1. Tuliskan nama panggilannmu secara tegak lurus (vertikal) dari atas ke bawah pada kolom Huruf Awal.
  2. Carilah kata sifat positif atau frasa terpuji yang dimulai dengan huruf tersebut.
  3. Susunlah draf kalimatmu pada tabel di bawah ini.
  4. Konsultasikan draf puisi akrostikmu kepada Pak Didik Sadi, S.Pd.
  5. Setelah disetujui, pindahkan puisi tersebut ke kertas hias dan gambarlah dengan warna-warni yang indah.

Tabel Perancangan Draf Puisi Akrostik:

Huruf AwalKata Sifat Positif / Frasa DeskriptifKalimat Lengkap Larik Puisi
Contoh: BBaik hatiBaik hati kepada semua teman tanpa membeda-bedakan
Contoh: UUletUlet dalam belajar demi menggapai cita-cita
Contoh: DDermawanDermawan suka menolong orang yang sedang kesulitan
Contoh: IInovatifInovatif dan selalu memiliki ide-ide baru yang keren
........................
........................
........................
........................
........................

Lembar Penilaian Rakan Sejawat (Berikan Catatan Positif untuk Temanmu):

Nama Teman yang Dinilai: ............................................

Komentar Apresiasiku: ................................................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (kesulitan menentukan diksi kata sifat berdasarkan huruf awal):

  1. Guru memberikan pendampingan individu (One-on-One Scaffolding).
  2. Peserta didik diberikan panduan kamus kata sifat bergambar sederhana.
  3. Peserta didik diminta menyusun puisi akrostik dari nama yang lebih pendek (3 huruf, misal: ANI, EKO, ROY).

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran:

  1. Peserta didik diminta membuat puisi akrostik dari nama lengkap (panjang) atau frasa kata bertema kebudayaan Indonesia, misalnya: "INDONESIAKU" atau "WRINGIN ANOM".
  2. Peserta didik diperankan sebagai "Duta Bahasa" di kelompoknya untuk membantu teman yang mengalami kesulitan menemukan diksi kata sifat.

REFLEKSI GURU

Aspek RefleksiPertanyaan EvaluasiHasil Refleksi dan Catatan Guru
Kesesuaian Ketercapaian TujuanApakah seluruh peserta didik mampu memahami konsep puisi akrostik dan menyusunnya sesuai huruf awal nama?Sebagian besar peserta didik (85%) telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik. Siswa mampu menyusun kata sifat positif dengan tepat.
Pengelolaan WaktuApakah pembagian waktu untuk 6 JP (2 Pertemuan) berjalan efektif sesuai perencanaan PjBL?Alokasi waktu cukup efektif. Pertemuan pertama fokus pada draf kognitif, sedangkan pertemuan kedua fokus pada estetika produk dan presentasi.
Efektivitas Pemanfaatan TeknologiApakah penggunaan Smart TV membantu meningkatkan pemahaman visual peserta didik?Penggunaan Smart TV sangat membantu peserta didik visual dalam melihat contoh konkret puisi akrostik dan pilihan diksi berwarna-warni.
Kendala dan HambatanKendala apa yang muncul selama proses pengerjaan proyek puisi akrostik berlangsung di kelas?Beberapa peserta didik membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari kata sifat untuk huruf awal yang jarang seperti 'Q', 'X', atau 'Z'.
Rencana PerbaikanLangkah apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran pada topik berikutnya?Menyediakan daftar kata sifat yang lebih kaya dan bervariasi mencakup seluruh huruf alfabet agar memudahkan siswa yang memiliki huruf awal langka.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Ungkapan Perasaan Peserta Didik
Bagian mana dari kegiatan membuat puisi akrostik ini yang paling kamu sukai?Bagian saat menghias kertas karton dengan spidol warna-warni dan menempelkan pesan kebaikan di karya teman saat Gallery Walk.
Apakah kamu menemukan kesulitan saat mencari kata sifat positif dari huruf awal namamu? Bagaimana kamu mengatasinya?Ya, awal kesulitan mencari huruf 'U'. Namun saya mengatasinya dengan melihat papan kata di Smart TV dan bertanya kepada guru.
Bagaimana perasaanmu ketika membaca kata-kata kebaikan tentang dirimu dari teman-temanmu?Saya merasa sangat senang, dihargai, dan bangga dengan nama yang diberikan oleh orang tua saya.
Apa hal baru yang kamu pelajari tentang puisi akrostik pada pembelajaran hari ini?Saya belajar bahwa puisi tidak selalu rumit dan bersajak sama, puisi bisa dibuat kreatif dari urutan huruf nama kita sendiri.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru:

Puisi akrostik adalah salah satu bentuk puisi metodologis yang sangat efektif untuk melatih keterampilan menulis awal pada Fase C. Melalui struktur yang ditentukan oleh huruf awal nama, peserta didik terbantu dalam melakukan pengelompokan ide. Penggunaan kata sifat positif dalam akrostik tidak hanya mengasah ranah kognitif bahasa (diksi, sintaksis, keselarasan makna), melainkan juga ranah afektif berupa penguatan profil pelajar Pancasila. Integrasi Deep Learning menjamin peserta didik tidak sekadar menghafal bentuk puisi, melainkan merasakan pengalaman bermakna (Meaningful) dan menyenangkan (Joyful) dalam memaknai keunikan identitas diri dan kearifan nama-nama lokal di Indonesia.

Bahan Bacaan Peserta Didik:

Tahukah kamu? Setiap nama pasti memiliki makna yang indah. Puisi Akrostik adalah puisi unik di mana huruf pertama dari setiap barisnya jika dibaca dari atas ke bawah akan membentuk sebuah kata atau nama!

Contoh Puisi Akrostik Nama "RANI":

R = Ramah senyumnya kepada siapa saja.

A = Aktif belajar di sekolah dan di rumah.

N = Penolong tanpa mengharapkan balasan.

I = Indah budi pekertinya dalam bertindak.

Kamu bisa membuat puisi akrostik menggunakan namamu sendiri atau nama sahabat terbaikmu dengan kata-kata terpuji!

GLOSARIUM

  1. Akrostik: Bentuk puisi yang huruf awal setiap barisnya menyusun sebuah kata atau nama secara vertikal.
  2. Diksi: Pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu.
  3. Gallery Walk: Metode pembelajaran pameran karya di mana peserta didik berjalan mengelilingi ruang kelas untuk mengamati, menilai, dan memberikan masukan terhadap hasil karya teman.
  4. Kata Sifat (Adjektiva): Kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik (misal: cerdas, baik, tekun).
  5. Scaffolding: Pemberian sejumlah bantuan kepada peserta didik pada tahap awal pembelajaran, kemudian menguranginya dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil alih tanggung jawab yang besar setelah mampu.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Verawaty, E., & Grace, A. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Keaktifan dan Partisipasi dalam ProyekSkor 4: Sangat aktif berkontribusi, mengajukan ide, dan membantu teman selama pembuatan proyek.
Skor 3: Aktif melakukan tugas proyek secara mandiri tanpa perlu sering diingatkan.
Skor 2: Cukup aktif namun masih perlu sesekali diingatkan untuk fokus pengerjaan proyek.
Skor 1: Pasif, tidak fokus, dan memerlukan pendampingan penuh untuk menyelesaikan proyek.
2Kreativitas Penulisan Diksi (Kata Sifat)Skor 4: Menggunakan variasi diksi kata sifat positif yang sangat kaya, bermakna, dan tepat huruf.
Skor 3: Menggunakan kata sifat positif yang tepat dan bervariasi sesuai huruf awal nama.
Skor 2: Kata sifat positif yang dipilih masih sangat umum dan terjadi beberapa pengulangan kata.
Skor 1: Pemilihan kata belum menunjukkan kata sifat positif yang tepat sesuai huruf awal.
3Kerjasama dan Sikap Menghargai (Gallery Walk)Skor 4: Sangat santun, aktif memberikan apresiasi berupa sticky notes positif kepada karya semua teman.
Skor 3: Menyampaikan umpan balik positif dengan santun pada kegiatan Gallery Walk.
Skor 2: Mengikuti kegiatan Gallery Walk namun kurang aktif memberikan apresiasi tertulis.
Skor 1: Mengganggu ketertiban saat kegiatan Gallery Walk dan tidak memberikan umpan balik.
4Kerapian dan Estetika Produk AkhirSkor 4: Tulisan sangat rapi, mudah dibaca, perpaduan warna dan hiasan visual sangat estetis.
Skor 3: Tulisan rapi, mudah dibaca, serta dilengkapi hiasan visual yang bersih dan baik.
Skor 2: Tulisan cukup rapi namun hiasan visual terlihat terburu-buru dan kurang simetris.
Skor 1: Tulisan sulit dibaca, hasil karya kotor, dan hiasan visual tidak diselesaikan.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130